Senin, 29 April 2013

Tentangmu ..


Terkadang cinta tak pernah dimengerti, apa dan mengapa ia bisa ada tanpa sebuah kata “permisi” untuk hadir di hati.

       Ketika cinta mulai berbicara maka terselip dibalik kata itu tentang “Kesetiaan”.
Bagaimana sebuah “pengorbanan” dan sebuah “keikhlasan” menjadi penentu sebuah penguat kata cinta.

Kini cintaku mulai berbicara dan berbisik dihati.

       “Kau” ..  yang menjadi alasanku mengapa ku masih bertahan berada disini meski ku tahu, ku kan terluka pada saatnya nanti.
       “Kau”.. yang menjadi alasanku mengapa ku begitu nyaman dengan kesendirianku meski terkadang ku menjatuhkan air mata karena ku tak mendapat perhatian darimu ..
       “Kau”.. yang menjadi alasanku bagaimana ku bisa mengerti arti sebuah pengorbanan meski ku terkadang sakit saat melihat kenyataan.

Karena batu kerikil tak akan menjadi mutiara yang berharga dan Upik abu yang takkan pernah menjadi Cinderella, begitulah arti diriku untukmu..
Ku bahagia meski rasa ini akan membunuhku ..
Karena saat ini ku masih bisa untuk berada disisimu walau hanya sementara sebelum kepergianku untuk selamanya dari hidupmu

Kupertahankan kesendirianku hanya untuk bersamamu saat ini, walau kan ada pria lain yang ingin masuk ke dalam hatiku tetapi hatiku berusaha untuk menolak kehadirannya karena ku terlalu takut untuk tak bersamamu lagi..

Ku hela nafasku saat ku harus menerima kenyataan bahwa kau hanya bayangan bagiku yang takkan pernah mungkin dapat kumiliki dan ku raih seperti angan-anganku..
Hatimu takkan pernah ku miliki meski ragamu bersamaku..

kota tepian adalah kota indah yang mengukir kisahku bertemu sosok sepertimu..
Ku kan slalu berusaha untuk membuatmu tersenyum saat bersamaku meski terkadang kau tak nyaman dengan sikapku.. tapi ketahuilah disaat kau menunjukkan sikap tak nyaman itu, saat itu pula hatiku gelisah dan terkadang menjatuhkan air mata karena ku tak ingin jauh darimu karena hanya dengan bersamamu hidupku lebih berarti dengan kesunyian yang ku rasakan setiap waktu.

Rasa gelisah adalah rasa sakit terbesarku ketika bersamamu karena kau selalu menunjukkan rasa tak peduli dan tak menganggapku ada dihadapanmu..
ketahuilah, ku hanya berpura-pura tersenyum tanpa memperlihatkan wajah sedihku dihadapmu.. karena saat itu ku berusaha untuk menyembunyikan air mataku..

Perhatian .. hanya sikap itu yang dapat ku perlihatkan padamu sebagai tanda ku benar-benar ingin bersamamu untuk memberi kasih sayang dan perhatianku terhadapmu.
Namun pada titik tertentu, patah semangatku saat mengingat kau hanya mimpi bagiku yg membuatku takut untuk bangun dari mimpi itu dan melihat kenyataan bahwa jatuh itu ternyata sakit..

Tapi biarlah…
Semua ini ku lalui dengan seiring berjalannya waktu, namun izinkanku untuk lalui waktu itu bersamamu hingga saatnya nanti ku hanya bisa membawa kenangan itu dalam ingatanku dan memulai hidup  baru di singgah sana bersama sosok penggantimu yang tak bisa ku miliki di kota tepian ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar