Terkadang cinta tak pernah dimengerti, apa dan mengapa ia bisa ada tanpa sebuah kata “permisi”
untuk hadir di hati.
Ketika
cinta mulai berbicara maka terselip dibalik kata itu tentang “Kesetiaan”.
Bagaimana sebuah “pengorbanan”
dan sebuah “keikhlasan” menjadi penentu sebuah penguat kata cinta.
Kini cintaku mulai berbicara dan
berbisik dihati.
“Kau”
.. yang menjadi alasanku mengapa ku
masih bertahan berada disini meski ku tahu, ku kan terluka pada saatnya nanti.
“Kau”..
yang menjadi alasanku mengapa ku begitu nyaman dengan kesendirianku meski
terkadang ku menjatuhkan air mata karena ku tak mendapat perhatian darimu ..
“Kau”..
yang menjadi alasanku bagaimana ku bisa mengerti arti sebuah pengorbanan meski
ku terkadang sakit saat melihat kenyataan.
Karena batu kerikil tak akan menjadi mutiara yang berharga dan Upik abu yang takkan pernah
menjadi Cinderella, begitulah arti diriku untukmu..
Ku bahagia meski rasa ini akan membunuhku ..
Karena saat ini ku masih
bisa untuk berada disisimu walau hanya sementara sebelum kepergianku untuk
selamanya dari hidupmu
Kupertahankan kesendirianku
hanya untuk bersamamu saat ini, walau kan ada pria lain yang ingin masuk ke
dalam hatiku tetapi hatiku berusaha untuk menolak kehadirannya karena ku
terlalu takut untuk tak bersamamu lagi..
Ku hela nafasku saat ku harus
menerima kenyataan bahwa kau hanya bayangan bagiku yang takkan pernah
mungkin dapat kumiliki dan ku raih seperti angan-anganku..
Hatimu takkan pernah ku miliki
meski ragamu bersamaku..
kota tepian adalah kota indah yang mengukir kisahku
bertemu sosok sepertimu..
Ku kan slalu berusaha untuk membuatmu
tersenyum saat bersamaku meski terkadang kau tak nyaman dengan sikapku.. tapi
ketahuilah disaat kau menunjukkan sikap tak nyaman itu, saat itu pula hatiku
gelisah dan terkadang menjatuhkan air mata karena ku tak ingin jauh darimu
karena hanya dengan bersamamu hidupku lebih berarti dengan kesunyian yang ku
rasakan setiap waktu.
Rasa gelisah adalah rasa sakit
terbesarku ketika bersamamu karena kau selalu menunjukkan rasa tak peduli dan tak menganggapku ada dihadapanmu..
ketahuilah, ku hanya
berpura-pura tersenyum tanpa memperlihatkan wajah sedihku dihadapmu.. karena saat itu ku berusaha untuk menyembunyikan air mataku..
Perhatian .. hanya sikap itu
yang dapat ku perlihatkan padamu sebagai tanda ku benar-benar ingin bersamamu
untuk memberi kasih sayang dan perhatianku terhadapmu.
Namun pada titik tertentu, patah
semangatku saat mengingat kau hanya mimpi bagiku yg membuatku takut untuk bangun dari mimpi itu dan melihat kenyataan bahwa jatuh itu ternyata sakit..
Tapi biarlah…
Semua ini ku lalui dengan
seiring berjalannya waktu, namun izinkanku untuk lalui waktu itu bersamamu hingga saatnya nanti
ku hanya bisa membawa kenangan itu dalam ingatanku dan memulai hidup baru di singgah sana bersama sosok
penggantimu yang tak bisa ku miliki di kota tepian ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar